%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Noerman, Rahmadtullah %A FT UNP, %B Teknik Pertambangan FT UNP %D 2017 %F repounp:35118 %I Universitas Negeri Padang %K karakteristik batuan, kestabilan lereng, muka air tanah, PERMEN %T Analisis Kestabilan Lereng Berdasarkan Karakteristik Batuan dan Kondisi Hidrogeologi di Wilayah IUP PT Bukit Asam (Persero) Tbk Unit Penambangan Ombilin: Studi Kasus Lereng Bekas Tambang Terbuka PT BA UPO di Wilayah Kandi, Sawahlunto %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/35118/ %X PT Bukit Asam (Persero) Tbk Unit Penambangan Ombilin adalah salah satu perusahaan tambang batubara. Pada tahun 2016 perusahaan ini berencana melakukan penutupan tambang disebabkkan oleh faktor ekonomi. Merujuk kepada Pasal 03 PERMEN No. 18 Tahun 2008 tentang Reklamasi dan Penutupan Tambang mengatakan bahwa mengatakan bahwa perusahaan yang melakukan penutupan tambang wajib menjaga stabilitas lahan bekas tambang. Dalam hal ini, lereng di wilayah Kandi, Sawahlunto adalah salah satu lahan bekas tambang yang harus dijaga stabilitasnya oleh PT BA (Persero) Tbk UPO. Hasil penelitian menunjukkan lereng yang ditinggalkan PT Bukit Asam (Persero) Tbk UPO dengan titik koordinat 00˚ 37' 15,5 LS / 100˚ 45' 18" BT di wilayah kandi memiliki arah N 316 °/ 55° dengan tinggi 12 m dan kemiringan 55°. Jenis batuan penyusun lereng adalah Sandstone dengan karakteristik batuan sebagai berikut : bobot isi jenuh (ɤSat) 25,61 KN/cm3, Kuat Tekan Uniaksial (UCS) = 42,06 mPa, cohesi = 4,911 kg/cm2, sudut geser dalam = 34,95°. Hasil klasifikasi batuan dengan metode Rock Mass Rating/ RMR menunjukkan batuan penyusun lereng tergolong dalam batuan sedang dengan bobot RMR 52. Hasil analisis kinematik menunjukkan adanya potensi terjadinya longsoran bidang/plannar. Kondisi hidrogeologi yang mempengaruhi kestabilan lereng pada penelitian ini adalah tinggi muka air tanah (MAT). Data muka air tanah didapat dari sumur gali penduduk, mata air, dan rembesan pada permukaan lereng- lereng diwilayah IUP PT BA (Persero) Tbk UPO. Sebagai hasil pengolahan muka air tanah, pada lereng didapat tinggi muka air tanah 11,1 m dihitung dari bawah sampai ke bagian atas lereng. Dalam analisis kestabilan lereng dengan metode Slope Mass Rating/ SMR menunjukkan lereng dalam keadaan stabil/ good dengan nilai SMR 73. Sedangkan pada analisis kestabilan lereng dengan pengaruh MAT menggunkan software Rocsicience Slide 6.0 dengan metode General limit Equilibrium didapat nilai Faktor Keamanan (FK) lereng sebesar 6,211, ini menunjukkan lereng dalam keadaan stabil dengan standar factor keamanan 1,2. sedangkan analisis kestabilan tanpa MAT di dapat nilai FK sebesar 6,700. Perbedaan nilai FK tersebut menunjukkan adanya pengaruh MAT dalam analisis stabilitas lereng. Hal ini juga menginformasikan perlunya pemantauan MAT dalam menjaga stabilitas lereng.