%X Telah dilakukan penelitian kandungan residu pestisida pada tomat yang berasal dari beberapa pasar sentra penjualan tomat. Penelitian bertujuan untuk melihat seberapa tinggi kandungan residu pestisida diazinon, klorpirifos, propenofos, metidation, dan parathion. Lokasi pengambilan sampel adalah Pasar Baso, Pasar Koto Baru Padang Panjang, Pasar Organik Koto Baru Padang Panjang dan Pasar Raya, Padang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode cluster sampling. Pengujian residu pestisida dilakukan menggunakan Kromatografi Gas di Laboratorium Pestisida Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa residu diazinon terdeteksi pada tomat yang disampling dari Pasar Baso, Pasar Koto Baru Padang Panjang, dan Pasar Raya Padang masing-masing sebesar 0,28 mg/kg, 0,33 mg/kg dan 0,18 mg/kg. Klorpirifos hanya terdeteksi sebesar 0,21 mg/kg pada sampel yang diambil dari Pasar Baso. Pada tomat yang dikutip dari Pasar Organik Padang Panjang tidak ditemukan adanya residu pestisida. Metidation, parathion dan propenofos tidak terdeteksi pada semua lokasi pengambilan sampel. Residu pestisida yang terdeteksi pada tomat di semua lokasi pangambilan sampel berada dibawah batas maksimum residu yang ditetapkan. Batas maksimum residu (BMR) berdasarkan SNI untuk metidation adalah 0,1 mg/kg, diazinon dan parathion sebesar 0,5 mg/kg untuk, klorpirifos dan profenofos sekitar 2,0 mg/kg. %D 2010 %K Analisis Residu Insektisida %L repounp35075 %A Elga Putra %T Analisis Residu Insektisida Organofospat pada Tomat (Solanum esculentum L.) %I Universitas Negeri Padang