@mastersthesis{repounp34938, title = {Pengembangan Nanokomposit Ps/Cuo- Fe2o3 Dengan Teknik Spin Coating untuk Aplikasi Bahan Pelapis Anti Air}, year = {2020}, school = {Universitas Negeri Padang}, keywords = {TEKNIK SPIN COATING, APLIKASI BAHAN PELAPIS ANTI AIR}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/34938/}, author = {Hayati AE, Sukma}, abstract = {Hidrofobik merupakan suatu sifat yang membuat suatu material memiliki kemampuan tahan akan basah dan mampu membersihkan diri sendiri. Material hidrofobik telah menarik banyak perhatian para peneliti untuk berinovasi karena dapat digunakan dalam berbagai aplikasi. Material hidrofobik disintesis menggunakan bahan alam mineral hematit (Fe2O3) dan tenorit (CuO). Upaya yang dilakukan peneliti yaitu mengembangkan hematit (Fe2O3) dan tenorit (CuO) menjadi sebuah nanokomposit CuO-Fe2O3 yang memiliki kemampuan anti air. Jenis penelitian ini adalah ekperimen. Penelitian yang dilakukan adalah penumbuhan lapisan tipis nanokomposit CuO-Fe2O3, dengan memvariasi komposisi tenorit (CuO) dan hematit (Fe2O3) 1:3, 2:2, dan 3:1.Selanjutnya lapisan yang terbentuk untuk masing-masing variasi komposisi tenorit (CuO) dan hematit (Fe2O3) diberi variasi temperatur kalsinasi tanpa kalsinasi, kalsinasi pada temperatur 100 ? ,150 ? ,200 ? , dan 250 ? . Lapisan tipis yang terbentuk dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction, Scanning Electron Microscopy, dan metode sessile drop menggunakan sofware image J. Hasil dari penelitian ini ialah variasi komposisi Tenorit (CuO) dan Hematit (Fe2O3) pada lapisan nanokomposit tidak berpengaruh terhadap fasa dan struktur kristal yang terbentuk, namun variasi komposisi berpengaruh tarhadap ukuran kristal fasa tersebut.Ukuran kristal minimum dimiliki oleh hematit saat komposisi nanokomposit CuO-Fe2O3 (2:2) sebesar 37.94 nm. Temperatur kalsinasi dan komposisi Tenorit (CuO) dan Hematit (Fe2O3) berpengaruh terhadap sifat hidrophobik lapisan. Sifat hidropobik yang paling baik diperoleh pada kosentrasi Tenorit (CuO) dan Hematit (Fe2O3) 3:1 yang dikalsinasi pada temperatur 200? yaitu 125o. Lamanya penyinaran nanokomposit Fe2O3-CuO berpengaruh dalam mendegradasi kotoran (Methyl Orange). Persen degradasi kotoran (Methyl Orange) optimum diperoleh ketika penyinaran 6 jam yaitu 5,1866\%.} }