%A Retno Riyaningtyas %X Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya guru mengembangkan perangkat pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, memotivasi dan mendorong kemandirian siswa dalam pembelajaran, serta menumbuhkan karakter siaga bencana angin topan. Salah satu model untuk mencapai tujuan tersebut adalah model problem based learning (PBL) didukung pendekatan guided inquiry. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan perangkat pembelajaran fisika SMA berbasis model pembelajaran problem based learning (PBL) dengan pendekatan guided inquiry pada materi fluida dinamis terintegrasi bencana angin topan dengan kriteria valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian adalah penelitian-pengembangan menggunakan model 4-D yang terdiri dari tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Pada tahap pendefinisian dilakukan analisis awal-akhir, analisis siswa, analisis tugas, analisis materi dan analisis tujuan pembelajaran. Pada tahap perancangan, dilakukan penyusunan tes beracuan kriteria, pemilihan media, pemilihan format dan desain awal perangkat pembelajaran. Pada tahap pengembangan, dilakukan uji validasi, uji praktikalitas dan efektivitas perangkat pembelajaran. Dalam penelitian ini, tahap penyebaran tidak dilakukan. Hasil penelitian pada tahap pendefinisian untuk analisis kurikulum diperoleh KI 1, KI 2, KI 3 dan KI 4 dengan KD 1.1, KD 2.1, KD 3.7 dan KD 4.7 sebagai dasar pengintegrasian bencana angin topan ke dalam pembelajaran fisika, analisis potensi daerah diperoleh bahwa kabupaten Bintan merupakan daerah rawan bencana angin topan. Hasil analisis siswa diperoleh siswa telah mampu berpikir abstrak, siswa senang belajar jika fisika dikaitkan dengan fenomena alam, siswa cenderung pasif dalam belajar dan sebagian besar siswa belum percaya diri menyelesaikan suatu permasalahan yang diberikan oleh guru. Dari analisis tugas diperoleh bahwa tugas yang harus dikerjakan siswa adalah mencari bahan-bahan dari internet berkaitan dengan angin topan, membuat makalah dan mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat dalam modul. Analisis materi diperoleh fakta, konsep, prinsip dan prosedur dari materi fluida dinamis terintegrasi bencana angin topan. Analisis tujuan pembelajaran memperoleh 3 tujuan pembelajaran pada kompetensi sikap, 20 tujuan pembelajaran pada kompetensi sikap pengetahuan, dan 5 tujuan pembelajaran pada kompetensi keterampilan. Hasil penelitian pada tahap perancangan diperoleh instrumen validasi, media pembelajaran, format penulisan perangkat dan desain awal perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, modul, LKS, penilaian kompetensi pengetahuan, sikap, karakter dan keterampilan yang dirancang sesuai format dan mengikuti langkah-langkah pembelajaran berbasis model PBL dengan pendekatan guided inquiry. Hasil penelitian tahap pengembangan pada uji validitas diperoleh data persentase validasi silabus adalah 93,96%, RPP 94,08%, modul 94,65%, LKS 95,83%, dan penilaian 94,66%. Hasil uji praktikalitas diperoleh data persentase keterlaksanaan RPP adalah 92,5%, angket respon guru 92,99% dan angket respon siswa 81,25%. Selanjutnya persentase hasil uji efektivitas pada penilaian pengetahuan adalah 82,03%, penilaian sikap 76,85%, penilaian karakter siswa 69,2%, penilaian keterampilan siswa 91,89% dan angket respon siswa 72,62%. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran fisika SMA berbasis model pembelajaran problem based learning (PBL) dengan pendekatan guided inquiry pada materi fluida dinamis terintegrasi bencana angin topan dengan kriteria sangat valid, sangat praktis dan efektif. %D 2014 %T Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika SMA Berbasis Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan Pendekatan Guided Inquiry pada Materi Fluida Dinamis Terintegrasi Bencana Angin Topan %L repounp34828 %I Universitas Negeri Padang